Wednesday, 20 February 2008

Ubat hati

Ubat hati ada lima perkaranya:-

1. Baca Quran dan maknanya

2. Solat malam dirikanlah

3. Berkumpullah dengan orang saleh

4.Perbanyakkanlah berpuasa

5. zikir malam perpanjangkan

salah satunya siapa bias menjalani
moga-moga gusti Allah mencukupi

(dipetik dan dialih bahasa dari lagu nyanyian opic, ubat hati)

Read More..

Siapa Aku?

Siapa aku
Di dunia ini
Kalau bergantung
Pada manusia

Siapa aku
Di sana nanti
Kalau lari
Dari Yang Kuasa


Hadi Mahdi Al-Muhtadi

Read More..

Sunday, 17 February 2008

Alumninasional.blogspot.com


salam.
sekadar menyampaikan berita baik untuk semua ahli alumni dari mana-mana sekolah gabungan Musleh dan MGB-Sim. kini anda patut bergembira dengan penubuhan Alumni Nasional, sebuah gabungan semua alumni kelolaan Musleh dari seluruh Malaysia!!!!!!!!!!!!!
sebarkan berita kewujudannya.dan sebagai wadah penghubung lawatilah

alumninasional.blogspot.com


selamat melayari blog yang baru tu......moga boleh mengembalikan kenangan lama anda dan bekerjasama untuk masa depan yang lebih gemilang.............

Read More..

Saturday, 16 February 2008

Mutiara Hikmah dari Ali r.a

Berkata ‘Ali ra.: “Ambillah lima nasihat dariku: Janganlah sekali-kali seseorang takut kecuali atas dosa-dosanya. Janganlah menggantungkan harapan kecuali kepada Tuhannya. Janganlah orang yang tidak berilmu merasa malu untuk belajar. Janganlah seseorang yang tidak mengerti sesuatu merasa malu untuk mengatakan “Allahu A’lam” ketika dia tidak mampu menjawab suatu masalah. Sesungguhnya kedudukan sabar bagi iman laksana kedudukan kepala pada jasad. Jika kesabaran hilang, maka akan lenyap pula keimanan, dan jika kepala hilang maka tidak ada maknanya jasad.” (Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dalam Sunannya)


Read More..

Monday, 11 February 2008

Kemuliaan yang mana?

Saiyidina Umar Al Khattab ra pernah berkata :

نحنُ قومٌ أَعزَّنا اللهُ بالإسلامِ فَمَهْمَا نَبْتَغِ عِزَّ بِغَيْرِ ما أَعَزَّنا اللهُ أَذَلَّنا الله

Kita adalah suatu kaum yang diberi kekuatan oleh Allah dengan Islam , maka barangsiapa yang mencari kekuatan lain , selain dari apa yang telah dianugerahkan oleh Allah , maka tunggulah bala kehinaan daripada Allah swt .

Read More..

Tuesday, 5 February 2008

Are you in love with someone?


When you are together with that special someone, you pretended to ignore that person
However, when that special someone is not around you might look around to find him or her.
At that moment, you are in love.


Although there is someone else who always makes you laugh, your eyes and attraction might go only to that special someone, then you are in love.

Although that special someone was supposed to have called you long back, to let you know of his or her safe arrival, your phone is quiet, you are desperately waiting for the call! At that moment, you are in love.

If you are much more excited for one short email, you are in love.

when you find yourself as one who cannot erase all the messages in your answering machine because of one message from that special someone, you are in love.

When you get a couple of free movie tickets, you would not hesitate to think of that special someone, and then you are in love.

You keep telling yourself ‘that special someone is just a friend’, but you realize that you cannot avoid that person’s special attraction, at that moment you are in love.

While you are reading this entry, if someone appears I n your mind, then you are in love with that person.


(disaring secara bebas)

Read More..

Nota kecil untuk hati: Tentang zikir, tentang fikir


Dipetik dari Ustaz M. Arifin Ilham

Peribadi berzikir
zikir menjadi keperibadian dalam hidupnya
Dunia inipun menjadi syuga sebelum syurga sebenarnya
Bumi menjadi masjid baginya
Rumah, kantor bahkan hotel sekalipun menjadi musollah baginya
Tempat dia berpijak, meja kerja, kamar tidur menjadi hamparan sajadah baginya

Kalau dia bicara bicaranya da’wah
Kalau dia berdiam, diamnya zikir
Nafasnya tasbih
Matanya penuh rahmah Allah, penuh kasih saying
Telinganya terjaga
Fikirannya baik sangka, tidak sinis, tidak pesimis, dan tidak suka menvonis
Hatinya, subahanallah, diam-diam berdoa, doanya diam-diam
Tangannya bersadaqah
Kakinya berjihad, dia tidak mahu melangkah sia-sia
Kekuatannya silaturahim
Kerinduannya, tertegaknya syariat Allah
Kalau memang Haq tujuannya
Maka sabar dan kasih saying strateginya
Sma amanina-cita-citanya tertinggi teragung-syahid di jalan allah
Dan sungguh menarik, ksibukkannya
Ianya asyik memperbaiki dirinya, tidak tertarik mencari kekurangan apa lagi aib orang lain

Hadirilah majlis-majlis zikir (dan fikir)
Raihlah keperibadian berzikir dengan selalu hadiri menikmati hidangan Allah terlazat
Zikrullah

gambar dari (http://www.flickr.com/photos/mastrobiggo/2042902117/)

Read More..

Tuesday, 29 January 2008

Pandangan semula kepada ' permulaan kepada sebuah bicara': betul ke?


Awal-awal dulu pernah menulis:
Boleh sahaja ia menjadi sebuah bicara angan kosong. bicara orang-orang biasa. atau tidak mahu ia menjadi dan melonggokkan sampah-sampah sedia ada....

sesekali menyentuh pengalaman peribadi, sesekali provokatif, kadang-kadang curahan idea kreatif-fiktif, mungkin juga perbualan-perbualan ringan. paling tepat sedikit berat, padu dan keras..
Cuba menampilkan kelainan dan kesegaran dalam perkongsian idea....
forum lorong tengah....boleh jadi...mendokong idea keterbukaan...asal bersumber..

menyentuh pelbagai bidang, latar belakang, cerita-cerita arus perdana dan arus bawah....
cubalah....

yang jelas, ianya pasti berbeza...


bila tinta menulis, bukan sekadar cerita-cerita arus bawah.

Betulkah sudah sampai?..atau masih mencari?

Read More..

Monday, 28 January 2008

Dari seorang teman




(dari seorang teman: adul. http://dellx.livejournal.com)

Read More..

Sunday, 27 January 2008

Nota kecil untuk hati: Malam-malam kita



Ku tujukan buat insan yang tersia-sia malamnya...

RASULULLAH S.A.W. pernah bersabda: Jadikanlah qiamullail itu amalan bagimu, kerana yang demikian itu adalah amalan orang-orang yang soleh sebelum kamu, dan ia boleh mendekatkan dirimu dengan Tuhanmu, dan membersihkan dosa-dosamu dan menghindarkan kamudaripadanya. (Riwayat Tirmizi).

Wahai orang-orang yang terpejam matanya,

Izinkan kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiaradari syurga. Wahai orang-orang yang terlelap. Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat tenaga cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai nikmatnya.

Wahai orang-orang yang terlena,

Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas takterkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalahpara perindu kamar di syurga. Tak pernahkah kau dengarSang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda :"Sesungguhnya di syurga itu ada kamar yang sisiluarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makanorang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salamserta mendirikan solat pada saat manusia terlelapdalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi ? Ya,sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami danorang-orang yang mendirikan solat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,

Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku AbuHurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertigamalam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malamadalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ?Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri.Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dansatu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salahsatu dari kami selesai mendirikan solat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmatibagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ?Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekadar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu bercinta dengan solat malam, banyak berpuasa dan berjihad denganakidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan akuraih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh ituterlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka," Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannyayang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasiabersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar.Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dansolat-solat malamku yang penuh kekhusyukan.Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri solehah di mataku, terlebih di mata ALLAH. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.Ku ceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya ALLAH, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu,sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirullah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalankudengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh gendang agarkami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai,

Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqsa,rumah ALLAH yang diberkati. Akulah pengukir tinta emasitu, seorang Panglima Perang, Salahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebihdari seorang Panglima yang selalu menjaga solatberjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaanAlqur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalahsaat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.Wahai orang-orang yang masih saja terlena, Pernahkah kau mendengar kisah penaklukanKonstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwasehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya.Dan saat malam tiba, kami laksanakan solat malam danmunajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika ALLAHmemberikan kematian kepada kami pada siang hari disaatkami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kam iterbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujungkematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya ALLAHtemukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan denganmenghidupi malam kami.

Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya,


Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluardari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Solat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turutserta di sana, Malik bin Dinar, Atho' As-Sulami,Tsabit Al-Bunani. Solat dimulai, dua rakaat pun selesai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ?Solat demi solat Istisqo didirikan, namun hujan takkunjung datang. Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk solat Istisqo sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku.

Setelah solat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo'a :"Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yangberkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yangsebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ?Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang ?Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengankecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberikami hujan secepatnya."
Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. Do'aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lamamerindukannya.Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam,


Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku,Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku,bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yangbanyak ? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan solatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku."Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.


Wahai orang-orang yang tergoda,


Begitu kuatkah syaitan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan ditengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!".Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syaitan itu berbohong kepadamu. Makabangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untukmenangkal godaannya. Sebutlah nama ALLAH, maka akanlepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, solatlah, solat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap,


Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan?
Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya dua rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Allah turun kelangit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Ku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terpujuk rayu dunia,



Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada ertinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ?Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu. Semoga Allah mempertemukan kita di sana, disyurga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga...


Dariku

Manusia Malam.



(disaring bebas dari manusia malam)

Read More..

Friday, 25 January 2008

Warna-warna kehidupan 6: Kehijauan alam






Read More..

Usia


Read More..

Saturday, 19 January 2008

Membicarakan Ukhuwwah: Mencari winning formula


Ramai yang bertanya, apa dah jadi dengan ukhuwwah kita. Dah tak macam dulu. Dah tak rapat. Kita dah tak ada kebersamaan.


Kalau berbicara tentang ukhuwwah kita lebat. Kita letak standard macam Nabi dengan sahabat. Ukuwwah antara kita dengan kawan-kawan, teman-teman, dan rakan-rakan.


Hakikat ukhuwwah itu adalah give and take. Ada yang memberi dan ada yang menerima. Ia bukan one way punya hubungan. Sebab tu once kita gagal memahami nature dan asal bentuk itu, kita akan bersifat ghulu dalam menuntut ukhuwwah rakan-rakan.


Apa standard yang kita letakkan ?. Kita mengharap orang lain macam kita (macam yang claim tu lah). Bersemangat sentiasa, penuh enthusiasm, bersegera, dan laju, dan cepat berubah kea rah kebaikan. Betul tiada salah dalam membuat begitu. Tapi apakah kita telah berlaku adil terhadap mereka?. Apakah itu jalan yang terbaik?


Tuntutan


Persahabatan dan ukhuwwah bukan untuk dicuba dan diuji oleh kita. Ada tuntutan yang harus kita penuhi. Peraturannya mudah. Sebelum kita minta orang lain memberikan ‘cinta’ mereka, kita seharusnya ‘cinta’ mereka dahulu. Manifestasi cinta?


Kita kenal mereka dahulu. Jangan mudah-mudah cakap kata kita dah kenal seseorang dan still kita tak memenuhi at least kehendak yang telah diletakkan oleh ukhuwwah itu sendiri. Satu cerita, apabila saidini Umar didatangi oleh sesoerang yang menyatakan bahawa dia kenal seseorang yang lain, lalu beliau bertaya kepada lelaki itu” Apakah kamu pernah bermusafir bersamanya?, Apakah kamu pernah bermalam dengannya (tidur) ?, apakah kamu pernah makan bersamanya?. Lalau dijawab tidak. Maka Umar pun berkata: Kamu tidak mengenalnya. Hah. At least tiga tuntutan yang dinyatakan tadi kita dah langsaikan, barulah kita boleh membicarakan soal ukhuwwah denganya. Bukan mudah anda bolej claim anda kenal orang. Sebab keperibadian seseorang itu, belum teruji di saat-saat lain.


Jangan kita bersikap keras dengan sesama manusia. Manusia ni makhluk Allah yang sangat unik. Dia diberi pilihan. Antara membuat kebaikan dan keburukan. Manusia berbeza antara satu sama lain. Physically, dengan tanda-tanda yang berbeza, minat dan kecenerungan, gaya dan pace masing-masing. Tak ada satu standard rule dalam menyusun manusia. Jangkan kata dalam mendisiplinkan manusia, bahkan dalam membuat kebaikan pun, manusia berbeza dan tidak sama. Allah sebut, bahawa ada sebahagian manusia yang zalim terhadap diri sendiri, ada yang sederhana di dalam mengambil Al-Quran dan ada yang bersungguh-sungguh berlumba-lumba mengejar pahala dari allah. So?. Apa sikap kita. Ya sikap kita terhadap kebaikan ialah terus melaju dan pecut. Tapi terhadap yang lain terutamanya rakan-rakan jangan kita bersikap keras dan memaksa.


Allah sebut: “…sekiranya kamu bersikap keras terhadap mereka maka nescaya mereka akan lari dari sekeliling kamu..”Bersikap keras bukan sahaja dilarang terhadap orang yang belum Islam, bahkan yang telah Islam juga sama tuntutannya. Sebab ini hati manusia. Dia lembut dan sukakan kelembutan. Maka santuni hati manusia dengan kelembutan.


Fahami naluri manusiawi. Ada ups and downs. Ketika dia sedang naik syeikh, kita naikkan semangatnya. Dan ketika dia down kita motivate dia. Jangan ‘bunuh’ dia. Tapi itu yang kebanyakkan kita buat. Once kau down, kau kena cepat-cepat tambah amal ibadah, banyakkan qiam dan lain lain, katanya. Betul nothins wrong. Tapi time tu anda buat dia macam tu, lari terus dia. Sebanya bukan statement anda salah, tapi anda salah approach, dek kerana kegagalan memahami tabiat manusia. Let him be himself. Slow-slow.dia ada pace dia.


Persahabatan dan Ukhuwwah bukan untuk anda keji, dan bantai dia sehabisnya. Bukan dia sahaja yang anda perli, kutuk dan hina. Sebab itu bukan nature ukhuwwah. Tambah lagi bila anda memperlekehkan orang, dan anda gembira terhadap perkara itu, dan lantas apabila anda diperli balik, anda naik hangin….Namun itulah hakikat yang berlaku. Ramai di antara kita yang gemar sedemikian. Bila bab mengata kat orang dia sedap menambah perisanya dan membantah K.O ‘sahabat’nya itu, tapi bila dia di perli dalam nada gurau, nak kecil hati dan merajuk. Kita fahami, dalam berkawan dan bersahabat, gurau senda itu yang menambah perisa dan kemanisan. Tapi kalau ini situasinya, anda fikir sendiri. Ada ke orang yang nak kawan dan asyik dia yang kena perli?


Memperbaiki


Ok. Kita boleh plan macam-macam benda untuk nak pertingkatkan hubungan kita dengan rakan-rakan dan sahabat. Dari camping, jumbori, berkelah, makan-makan, dan macam-macam lagi, tapi still ada satu peraturan yang harus difahami.


Allah menyatakan dalam Quran: “dan dia yang menyatukan hati-hati kamu. Sekiranya kamu membelanjakan segala apa yang ada di muka bumi ini, seseungguhnya bukan kamu yang menyatukan mereka, tapi Allahlah yang menyatukan mereka…”.


Oleh itu, slow-slowlah dalam mendekati hati manusia. Kita bukan nak instant change, tetapi malah constant change. Kalau instant anda boleh bersikap keras dan memaksa, boleh jadi dia akan berubah on the spot, tapi tak lama, dia akan kembali kepada asal dan kemudian terus mninggalka anda. Tapi kalau nada make it slow it, tapi smart, maka perubahan constant yang kita inginkan. Constructive, sikit-sikit ia dibina, dan semakin mengukuh. Perubahan yang anda inginkan terhadap rakan-rakan dalam merespon terhadap isu ukhuwwah pasti akan lebih baik.


Fahami juga nature dan tabiat syariah, yang mana Allah nyatakan bahawa ianya bersifat Al-Waqiiyyah, reality (Syed Naquib Al-attas mendefinisikan sebagai hakikat). Yang mana dalam tuntutan Al-Waqieyyah ialah AlYusr, dan Al-Tadarruj. Inilah yang gagal difahami oleh ramai orang, bukan sahaja dalam membicarakan aspek ukhuwwah, bahkan dalam da’wah sekali pun. Kegagalan memahami unsur ini akan menyebabkan the so-called da’ie mengambil pandangan isti’jal (nak cepat-cepat) dan tidak memenuhi hak seseorang untuk slow dan faham secara constructive. Ia akan jadi tuntutan emosi daripada rasional.


Pesanan


Satu je yang saya teringat. Kata orang tua-tua. Manusia tu kan berbeza. Kapasiti dan kualitinya berbeza. Kemaiharannya juga berbeza. Jadi, kalau tak dapat bagi ceramah, dapat pasang khemah pun jadilah. Kalau tak dapat jadi pengerusi, dapat sususn kerusi pun jadilah. Betul tak?

Read More..

Kegagalan: Di mana kayu ukurnya?



“Hidup saya penuh kegagalan. Dari kecik sampai besar ada je masalah dalam buat benda-benda. Asyik-asyik tak kene je. Dah masuk U, keluar balik, masuk yang lain….Tengok orang lain berjaya, kadang-kadang iri hati juga, tapi apa nak buat, saya dan kegagalan dah macam adik-beradik”, kata seorang teman.


Saya terfikir. Oklah kegagalan. Bukan semua orang berjaya dalam kehidupan. Dah tak semua gagal dalam kehidupan. Mungkin itulah warna-warni dalam kehidupan. Ada naik turun. Ada yang penuh gilang gemilang. Ada yang sederhana. Ada yang tak berjaya-jaya juga sampai last. Tapia pa sebenarnya takat ukur kejayaan dan kegagalan.


Apakah dengan tidak masuk U anda gagal. Atau memang dari sekolah rendah anda maintainkah record sebagai no. 1 dari belakang?. Atau apa sebenarnya? Atau berjaya itu adalah dengan sealulu mendapat dean’s list setiap sem, dan dapat straight A’s dalam national exam, dan..dan..dan.


Sebab saya secara peribadi, suka berkawan dengan orang yang hidupnya tak lururs dan mudah. Itu biasa. Saya suka kawan dengan orang yang kaya pengalaman. Hidupnya ada pelbagai warna. Ada naik turun. Ada kene kejar, kena tipu dan kena makinya. Sebab dari sekolah kehidupan dia belajar banyak benda yang kita tak belajar di sekolah teori dan falsafah.


Ye mungkin hidup dia tak secerah pelangi hidup kita yang lain. Kita mudah. Dari sekolah dapat no. 5 ke atas. Masuk menengah straight A’s, masuk U dean’s list, dapat scholar, kerja dapat mudah. 5 digit pay. Naik pangkat. Kawin.Jadi bos. Pencen. Duit masuk. Jaga cucu.Mati. Owh begitu mudahnya. Dan kita claim kita seorang yang berjaya dalam kehidupan.

Tanda aras

Saya selalu teringat, Allah sebut dalam surah al-Ankabut: “Apakah manusia mengira bahawa dibiarkan mengatakan bahawa kami beriman sedangkan mereka tidak diuji..?”Jelas sekali. Takat ukur kejayaan dan kegagalan. So, jangan mudah-mudah claim kata aku dah berjaya, sedangkan hidup anda laluannya sangatlah mudah.

Bayangkan mereka yang the so-called gagal dalam kehidupan. Nabi sendiri lebih dari 70 kali ketuk pintu rumah Abu Jahal sehari, mengajaknya kepada Islam. Apakah itu kegagalan?. Alexamder Graham Bell, selepas kali ke seratus lebih baru berjaya mencipta telefon. Apakah sebelum itu dia gagal.


Kegagalan adalah suatu proses dalam anda nak mencapai kejayaan. Kegagalan juga menambah warna, perisa dan perasa dalam resipi kejayaan anda. Well, tak seronoklah kalau mudah je mendapat kejayaan dan kemenangan, kalau tak da kesusahan dan kegagagalan. Betul tak?


Takat ukur kegagalan, sekali lagi jangan diukur dengan akal fikiran manusia dan pancaindera yang sangat terbatas. Boleh jadi secara lahirnya kita gagal, tapi apa yang akan berlaku selepas tu, kita akan berjaya. Lihat sahaja perjanjian Hudaibiyyah, yangdimeterai antara kaum muslimin dengan penduduk Quraisy Makkah. Literally memang nampak kalah. Yelah semua clause dalam perjanjian tu memihak kepada kuam Quraisy. Tapi itukan pandangan manusia. Apa yang mereka tak nampak ialah the future consequences akibat perjanjian tu. Apakah tewas dalam perjanjian tu jugak dikira kegagalan?


Sebab tu. Tanda ukurnya bukan pada manusia. Tapi pada Allah. Thus, bila Allah kata: Telah berjaya mereka yang menyucikan hatinya dan telah gagallah mereka yang mengotorkan hatinya (surah As-Syams). Siapa yang berjaya dan siapa yang gagal? Anda nampak?





Read More..

Sesekali...


Aku berlari
Kau pun berlari
Sama-sama
Dalam renyai
Rintik-rintik hujan
Petang.
Dingin dan sejuk
Dalam ragu dan gelisah
Berpelukan penuh persoalan.


Kebimbangan kita berbeza
Kau cuba memahami
Aku jelas menafi
Hakikatnya inilah
Warna-warna kehidupan
Kita bicara bahasa sendiri.


Sekali lagi
Inilah warna-warna
Celupan ilahi
Penuh teka-teki
Selalu berbeza.


Jelas. Biarkan.
Tangisan akan tinggal tangisan
Esak tangis lumrah kehidupan
Kehidupan satu kesulitan
Kematian, ujian.


Tiada siapa yang akan peduli
Sesekali simpati hadir
Dari mereka yang cuba memahami.



Mungkin benar.
Mungkin aku tidak memahami
Hakikat diri, ciptaan tuhan
Atau cuba untuk tidak memahami
Tapi biarlah seketika begini
Seadanya.
Pasti hikmah di sebaliknya.





Muhammad Hadi Mahdi Ghazi Al-Muhtadi billah Shah

Read More..